Macam-Macam Alat Pendeteksi Kebakaran (Fire Alarm System) - d-ii

Macam-Macam Alat Pendeteksi Kebakaran (Fire Alarm System)

Macam-Macam Alat Pendeteksi Kebakaran (Fire Alarm System)


Sesuai dengan perkembangan yang semakin meningkat ini, Kebakaran dapat dideteksi sedini dan secermat mungkin melalui alat deteksi, Alat-alat pendeteksi kebakaran mendeteksi adanya bahaya kebakaran melalui berbagai cara yaitu dengan mendeteksi Asap, mendeteksi Panas dan mendeteksi nyala Api

Dengan suatu bekerjanya alat-alat tersebut suatu sinyal listrik dikirim kebagian panel control Alarm bahaya sebagai olah input daya yang akan diolah lebih lanjut, Panel kontrol Alarm bahaya merupakan unit pengontrol yang melakukan pengolahan seleksi dan evaluasi data, Hasilnya merupakan Out-Put berisi tentang informasi lokasi kebakaran (bisa disebut berupa nomor ruangan),sehingga demikian dapat diketahui diruangan mana yang terjadi kebakaran, Out-Put dari Unit kontrol tersebut juga akan secara otomatis mengakibatkan bekerjanya peralatan dipusat Alarm (tanda bahaya berupa alarm, lampu, telpon dan sebagainya)

Setelah Alarm tanda bahaya berbunyi dan lokasi kebakaran diketahui maka segera dapat melakukan tindakan pemadam lebih lanjut, apa bila lokasi kebakaran sudah dilengkapi dengan sistem pemadam api kebakaran Otomatis maka sinyal dari Unit kontrol dapat berlangsung memerintahkan bekerjanya peralatan sistem kebakaran otomatis tersebut

Alat-alat pendeteksi dapat dibedakan atas tiga jenis :
1.Alat Deteksi Asap (Smoke Detector)


Mempunyai kepekaan yang tinggi dan akan memberikan Alarm apa bila ada pengumpulan asap diruangan tempat alat ini dipasang, sebagaimana telah diketahui alat deteksi asap memberikan sinyal ke alarm bahaya dengan cara mendeteksi adanya asap yang berasal dari nyala api, pada umumnya prinsip kerja alat deteksi asap berdasarkan pada prinsip Ionisasi dan Photo Electric

Type Ionisasi :
Pada tipe ini cara mendeteksi asap menggunakan elemen radioaktif dan dua elektroda (positive dan negative)

cara kerjanya sebagai berikut :
1.Dalam kondisi normal diantara kedua elektroda timbul suatu medan listrik
2.Elemen radioaktif memancarkan radiasi kearah medan listrik diantara dua elektroda sehingga terjadi proses Ionisasi  sehingga terjadi aliran listrik antara dua elektroda tersebut dan aliran listrik masih kecil dan lemah sekali
3.Bila diantara elektroda tercemar gas atau asap kebakaran maka aliran listrik akan semakin membesar sehingga cukup untuk mengaktifkan rangkaian elektronisme sehingga lampu indicator akan memberikan tanda bahaya (nyala padam) dengan disertai bunyi alarm bahaya

Type Photo Electronic
Alat deteksi ini menggunakan bahan bersifat photoelectric yang sangat peka terhadap cahaya

Cara kerjanya sebagai berikut :
1.Dalam keadaan normal bahan photoelectric mendapat cahaya dari lampu kecil yang menyala sehingga bahan tersebut mengeluarkan arus listrik, arus listrik yang berasal dari bahan Photoelectric tersebut digunakan untuk membuka suatu saklar elektronis
2.Apa bila ada asap yang masuk maka cahaya akan terhalang dan bahan photoelectric akan berhenti mengeluarkan arus listrik sehingga saklar elektronis yang membuka menjadi menutup
3.Menutupnya saklar elektronis mengakibatkan suatu rangkaian penghasil pula listrik yang nantinya akan diteruskan ke lampu indicator (tanda bahaya nyala padam) dan mengakibatkan alarm bahaya

2.Alat Deteksi Panas (Heat Detector)


Alat ini dapat mendeteksi adanya bahaya kebakaran dengan cara membedakan kenaikan temperature panas yang terjadi diruangan, semisalnya apa bila temperature naik sampai dengan 50°C sampai 60°C, alat deteksi panas digunakan untuk memberikan peringatan adanya bahaya kebakaran dengan cara pembedaan panas (temperatur)

Cara kerjanya sebagai berikut :
1.Pada temperature normal, tekanan diruangan juga normal, demikian juga tekanan udara didalam alat tersebut , Pada kondisi ini kontak listrik (semacam Relay) tidak berhubungan / membuka
2.Apa bila temperature tiba - tiba naik (terjadi kebakaran) maka tekanan udara akan cepat naik yang menyebabkan terhubungnya kontak listrik pada (type rate of rise heat detector temperatur naik diatas 50°C dalam waktu sekitar 15 detik)
3.Akibatnya rangkaian elektronis akan aktif bekerja dan menyala tanda indicator tanda bahaya serta menghasilkan sinyal untuk mengaktifkan alarm bahaya
4.Pada tipe temperatur heat detector yang menggunakan elemen bimetallic kontak akan terhubung dengan temperature 60°C , 70°C , 80°C

3.Alat Deteksi Nyala Api (Flame Detector)


Alat ini dapat mendeteksi adanya nyala Api yang tidak dapat terkendali dengan cara menangkap sinar Ultra Violet yang dipancarkan oleh Api tersebut
Pemasangan alat deteksi nyala api berlainan dengan alat-alat deteksi lainnya, pada umumnya alat deteksi nyala api dipasang ditempat-tempat yang mempunyai resiko bahaya kebakaran lebih besar dan dalam ke aktifan pembakaran lebih cepat misalnya ditempat penyimpanan barang-barang berbahaya, cairan-cairan yang mudah menyala dan sebagainya

Prinsip cara kerjanya hampir sama dengan alat deteksi sebelumnya cuma perbedaannya terletak pada sensor yang dilakukan yaitu mendeteksi terhadap sinar Ultra Violet yang terpancar dari api kebakaran

Alarm Kebakaran Otomatis
Sesuai dengan perkembangan teknologi maka usaha pencegahan dan penanggulangan bahaya pada saat ini semakin meningkat dengan mengoperasikan peralatan elektronik yang mutakhir (teknologi computer), dalam hal ini suatu bahaya kebakaran dapat dideteksi sedini mungkin ,baik itu dengan nyala api yang tidak terkendali maupun waktu masih terjadi perbedaan suhu yang dapat mengarah terjadinya bahaya kebakaran

Peralatan dengan teknologi mutakhir tersebut dikombinasikan menjadi suatu sistem deteksi awal bahaya api (early warning fire detection) yang secara otomatis dapat memberikan alarm bahaya atau langsung mematikan alat pemadam

Berdasarkan cara kerjanya maka peralatan pemadam api instalasi tetap tersebut dapat dibagi menjadi dua macam sistem otomatis dan sistem semi otomatis

Sistem otomatis
Pada sistem ini alat deteksi bahaya api selain mengakibatkan alarm bahaya juga secara langsung akan mengaktifkan alat-alat pemadam, dengan demikian resiko bahaya langsung bisa ditangani sendiri secara otomatis sedangkan tenaga manusia hanya diperlukan untuk menjaga kemungkinan lain yang terjadi

Sistem semi otomatis
Pada sistem ini hanya sebagian peralatan yang bekerja secara otomatis, sebagian peralatan lain masih memerlukan tenaga manusia, misalnya alat yang bekerja secara semi otomatis adalah alat deteksi awal, tindakan pemadam selanjutnya dilakukan seperti biasa atau dapat mengaktifkan system otomatis pemadam api, Cara kerja operasional peralatan pemadam instansi tetap dapat diterapkan untuk berbagai bahan pemadam api baik ari, busa CO2 maupun dry chemical dan gas halon

Macam-Macam Alat Pendeteksi Kebakaran (Fire Alarm System)

Author:

#

Artikel Menarik Banget ? d-ii , Suka...

Scroll to top