Organisasi Manajemen Perkapalan - d-ii

Organisasi Manajemen Perkapalan

Organisasi Manajemen Perkapalan

Diagram Bentuk Baku Organisasi di Kapal

Dari sudut pandang manajemen, Organisasi adalah suatu kerangka kerja dari proses pimpinan untuk mencapai tujuan tertentu, menentukan tujuan, bertindak langsung untuk mencapai tujuan, dan menilai hasil-hasil yang dicapai

Suatu organisasi harus memiliki tujuan tertentu yang memiliki “titik akhir tertentu” yang berbobot dan bernilai tinggi, yang dapat memuaskan semua pihak yang terlibat (yang berperan di dalamnya, pemilik pengelola, maupun pelaksana yang duduk langsung dalam organisasi)

Dalam organisasi modern sebagai hasil pelbagai studi mengenai organisasi kapal dan perusahaan pelayaran lebih menekankan efisiensi dengan mengurangi rantai birokrasi namun tetap dengan pengawasan ketat dan memberi wewenang serta tanggung jawab besar terhadap seseorang atau beberapa kepala departemen

Perubahan terbesar pada organisasi kapal tahun 1940-an yang dikenal sebagai hirarki ialah pada 4 teratas (top four) dan hal ini merupakan hasil langsung tuntutan sistem kerja baru yang memerlukan keputusan kolektif tentang penggunaan optimal tenaga kerja atas dasar hari-ke hari, untuk mencapai hal ini, suatu kepemimpinan kelompok atau dewan yang diperlukan dan hal ini memberikan dampak terhadap pengumpulan piramid struktur organisasi bentuk trapesium, seperti yang telah terjadi di banyak organisasi lainnya

Manajemen
Manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, penyelenggaraan dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber daya organisasi lain dalam mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan, manajemen dapat didefinisikan sebagai bekerja dengan orang-orang untuk menentukan, menginterpretasi dan mencapai tujuan organisasi dengan pelaksanaan fungsi-fungsi perencanaan, pengorganisasian, penyusunan, personalia atau kepegawaian, penyelenggaraan dan kepemimpinan serta pengawasan

Tujuan :
Tujuan utama setiap perusahaan adalah berkembang dan mendapatkan keuntungan dengan melaksanakan fungsi manajemen secara efektif dan efisien:
1.Planning (perencanaan)
Rencana dibutuhkan untuk memberikan kepada organisasi, tujuan-tujuannya dan menetapkan prosedur terbaik untuk pencapaian tujuan-tujuan

2.Organizing (pengorganisasian)
Penentuan sumber daya dan kegiatan yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan organisasi, menyangkut pendelegasian wewenang yang diperlukan kepada individu-individu untuk melaksanakan tugas-tugasnya, fungsi ini menciptakan struktur formal dimana pekerjaan ditetapkan, dibagi dan di kordinasikan

3.Actuating (pelaksanaan/pengarahan)
Sesudah rencana dibuat, organisasi dibentuk dan disusun personel nya, langkah berikutnya adalah menegaskan karyawan untuk bergerak menuju tujuan yang telah ditentukan, fungsi pengarahan (actuating) secara sederhana adalah untuk membuat atau mendapatkan para karyawan melakukan apa yang diinginkan dan harus mereka lakukan

4.Controlling (pengawasan)
Pengawasan adalah penemuan dan penerapan dan peralatan untuk menjamin bahwa rencana telah dilaksanakan sesuai dengan yang telah ditetapkan dilaksanakan sesuai dengan yang telah diputuskan

Tipe-Tipe Organisasi :
Organisasi Fungsional
Hubungan langsung dimana perintah dan instruksi langsung kepada personil yang dimaksud, pada umumnya bawahan melapor kepada atasan langsung saja dan mempunyai keterbatasan tanggung jawab, organisasi fungsional mengelompokan fungsi-fungsi yang sama atau kegiatan-kegiatan membentuk satuan-satuan organisasi

Kebaikan utama pendekatan fungsional ini bahwa pendekatan ini menjaga kekuasaan dan kedudukan fungsi-fungsi utama, menciptakan efisiensi melalui spesialisasi memusatkan keahlian organisasi dan memungkinkan pengawasan manajemen puncak lebih ketat terhadap fungsi-fungsi

Organisasi matrik
Bahwa dapat melapor kepada satu pengawas atau lebih mengenal lebih, sering digunakan bila memerlukan kosentrasi atas sebuah proyek khusus, dalam organisasi matrik para karyawan mempunyai (dua) alasan sehingga mereka berada (dua) wewenang, rantai perintah pertama adalah fungsional, wewenang departemen fungsional mengalir vertikal, kedua adalah rantai perintah laterai atau horizontal, aliran wewenang yang melintasi departemen ini dilaksanakan oleh para pemimpin departemen, dua jalur aliran wewenang ini membentuk struktur organisasi 2 arah yang menyerupai matrik

Organisasi matrik dapat menampung berbagai macam perubahan teknologi/pasar, organisasi matrik menyediakan suatu hirarki yang dapat memberikan tanggapan secara cepat terhadap perubahan-perubahan lingkungan terutama dalam teknologi, struktur matrik memerlukan fleksibilitas dan kerja sama orang orang semua tingkatan organisasi kompleksitas struktu organisasi memerlukan jalur-jalur komunikasi terbuka dan langsung melalui kedua dimensi

Kebaikan organisasi matrik
Memaksimumkan efisiensi penggunaan pimpinan-pimpinan departemen fungsional, memberikan fleksibilitas kepada organisasi dan membantu perkembangan kreativitas serta melipat gandakan sumber-sumber beraneka ragam, membebaskan manajemen puncak/perencanaan

Kelemahan organisasi matrik
Pertanggung jawaban ganda menciptakan hubungan dan kebijaksanaan-kebijaksanaan yang kontradiktif, sangat menentukan horizontal dan vertical, memerlukan lebih banyak ketrampilan-ketrampilan antar pribadi, mendorong pertentangan kekuasaan dan lebih mengarah pendekatan dari pada kegiatan

Organisasi Sentralisasi - Desentralisasi
Faktor penting lain yang menentukan efektivitas organisasi adalah tingkat sentralisasi atau desentralisasi wewenang, konsep sentralisasi seperti konsep delegasi berhubungan dengan tingkat dimana wewenang dipusatkan atau disebarkan, sehubungan pelaksanaan pekerjaan dengan instruksi, delegasi biasanya berhubungan dengan seberapa jauh kepala departemen mendelegasikan wewenang dan tanggung jawab kepada bawaan yang secara langsung melaporkan kepadanya

Desentralisasi adalah konsep yang lebih luas dan berhubungan dengan seberapa jumlah manajemen puncak (Nahkoda) mendelegasikan wewenang ke departemen atau satuan-satuan organisasi tingkat lebih bawah lainnya dimana perintah dan instruksi langsung kepada personal yang dimaksud

Sentralisasi adalah perumusan kekuasaan dan wewenang pada tingkat suatu organisasi, misalnya pelaksanaan pada tingkat suatu organisasi , pekerjaan dengan instruksi, Desentralisasi adalah penyebaran atau pelimpahan wewenang secara meluas kekuasaan dan pembuatan keputusan ke tingkat-tingkat organisasi yang lebih rendah

Sistim kerja di kapal :
Meskipun banyak Variasi, dapat dikatakan bahwa ada 3 jenis sistem kerja di kapal :
1.Sistem Tradisional
Sistem tiga jenis departemen yang ada di kapal sebelum pembaruan tahun 1960-an dan sesudahnya, ada garis pemisah yang tegas antar departemen dan setiap departemen hanya memperhatikan tugasnya sendiri dan hanya terlibat dengan departemen lain bila keluar/masuk pelabuhan dan dalam keadaan darurat

2.Sistem kerja serbaguna (general purpose)
Ada tenaga kerja umum dari bawahan dengan beberapa semi spesialis, seperti juru mudi dan juru motor, perwira-perwira tetap di departemen tetapi para senior membuat keputusan bersama mengenai bagaimana bawahan harus dimanfaatkan,untuk peranan yang lebih luas lagi bawahan harus dididik untuk menangani pekerjaan, Baik di kamar mesin atau sampai tingkat-tingkat tertentu, Fleksibilitas dari tenaga kerja seperti ini mempunyai keuntungan positif dibanding sistem ABK tradisional dengan garis batas yang tegas

3.Fleksibel antar departemen (Inter Department Flexibility)
Sistem fleksibel antar departemen memperbolehkan bawahan dan ABK tradisional untuk kerja departemen lain pada pekerjaan yang dapat digabungkan dengan pekerjaan biasa di departemen untuk jumlah jam sesuai setiap bulan, jadi pelaut dapat mencatat peranca untuk pekerjaan-pekerjaan yang letaknya tinggi karena tidak ada perbedaan dengan pekerjaan yang biasa dilakukan

Sekiranya seperti diatas dan “semoga bermanfaat”

Organisasi Manajemen Perkapalan

Author:

#

Artikel Menarik Banget ? d-ii , Suka...

Scroll to top